Profil PO Kramat Djati: Sejarah, Rute, Armada & Harga Tiket Terlengkap
Ada nama-nama dalam dunia bus antarkota Indonesia yang sudah melampaui sekadar operator transportasi. PO Kramat Djati adalah salah satunya. Bus asal Bandung ini sudah menemani perjalanan jutaan orang sejak 1968, lebih dari setengah abad melintasi jalur-jalur Jawa, Sumatera, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat. Dengan 70 jurusan aktif dan armada lebih dari 300 unit, Kramat Djati bukan hanya sebuah PO bus, tapi sebuah warisan industri transportasi darat yang terus relevan hingga hari ini.
Menariknya, banyak orang mengira Kramat Djati berasal dari Jakarta Timur karena namanya yang mirip dengan Pasar Kramatjati. Nyatanya, kantor pusat dan garasi induknya ada di Jalan Ambon 3, Kota Bandung. Nama “Kramat Djati” sendiri merujuk pada nama kampung di Bandung tempat sang pendiri tinggal, bukan pada kawasan di Jakarta Timur yang kebetulan punya nama serupa.
Di artikel ini GarasiMod merangkum profil lengkap PO Kramat Djati: sejarah berdiri dan perkembangannya dari angkutan ternak menjadi PO besar, rute-rute yang dilayani, kelas dan armada yang tersedia, harga tiket terbaru, hingga cara memesan tiket.
Sejarah PO Kramat Djati

Kisah Kramat Djati dimulai pada 1968 dari tangan Arief Budiman, seorang pengusaha Bandung yang awalnya bergerak di bidang angkutan ternak di bawah bendera Sumber Djaja. Dari bisnis ternak, Arief melihat peluang yang lebih besar di angkutan penumpang, dan mulailah perjalanan panjang yang mengubah sebuah perusahaan angkutan ternak kecil menjadi salah satu PO bus terbesar di Indonesia.
Di tahun pertamanya, Kramat Djati hanya melayani satu rute: Bandung–Jakarta. Dua tahun kemudian, pada 1970, rute Jakarta ditambah dengan titik-titik keberangkatan baru. Tahun 1975 menjadi tonggak penting dengan dibukanya jurusan Bandung–Merak, membuka akses ke pelabuhan penyeberangan yang kemudian menjadi jembatan menuju Sumatera.
Milestone Perkembangan
Tahun |
Pencapaian |
|---|---|
1968 |
Berdiri sebagai Sumber Djaja, bergerak di angkutan ternak dan penumpang, rute pertama Bandung–Jakarta |
1970 |
Menambah jurusan Jakarta dengan titik-titik keberangkatan baru |
1975 |
Membuka jurusan Bandung–Merak, akses ke pelabuhan penyeberangan Sumatera |
1986 |
Membuka layanan bus malam cepat menjangkau Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta |
1990 |
Ekspansi ke Bali dengan rute Bandung–Denpasar |
1995 |
Berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT Kramat Djati Asri Sejati) |
1996 |
Menembus pasar Sumatera: Lampung, Palembang, Pekanbaru, Bengkulu |
2000 |
Membuka jalur baru Bandung–Mataram (Nusa Tenggara Barat) |
2023 |
Meluncurkan unit baru dengan karoseri Laksana Legacy SR-3 untuk AKAP |
2025 |
Merilis tiga unit terbaru dengan karoseri Legacy SR-3 Neo XHD Prime Ultimate, sasis Hino RM 280 Air Suspension |
Kantor Pusat dan Garasi Utama

Pusat operasional Kramat Djati berada di Jalan Ambon No. 3, Kota Bandung, yang juga merangkap sebagai garasi induk dan anak usaha pariwisatanya (Pakar Wisata). Di Jakarta, Kramat Djati memiliki garasi utama kedua di kawasan Pasar Jumat, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, yang menjadi hub operasional untuk rute-rute keberangkatan dari Jakarta.
Untuk informasi dan pemesanan, kantor pusat Bandung bisa dihubungi di nomor (022) 4200858 atau email cs.kramatdjatibdg@yahoo.co.id.
Rute PO Kramat Djati
Dengan 70 jurusan aktif, Kramat Djati adalah salah satu PO dengan jaringan rute terluas di Indonesia. Jangkauannya meliputi hampir seluruh kota besar di Pulau Jawa, berbagai kota di Sumatera, Bali, hingga Mataram di Nusa Tenggara Barat.
Rute Utama Pulau Jawa
Rute |
Estimasi Waktu Tempuh |
Kelas Tersedia |
|---|---|---|
Jakarta – Bandung |
3–5 jam |
Bisnis, VIP, Executive |
Jakarta – Cirebon |
3–4 jam |
Bisnis, VIP, Executive |
Jakarta – Semarang |
7–9 jam |
VIP, Executive |
Jakarta – Yogyakarta |
8–10 jam |
VIP, Executive |
Jakarta – Solo (Surakarta) |
8–10 jam |
VIP, Executive |
Bandung – Surakarta |
9–11 jam |
VIP, Executive |
Jakarta – Surabaya |
11–14 jam |
VIP, Executive |
Jakarta – Malang |
14–16 jam |
Executive |
Rute Lintas Sumatera
Rute |
Estimasi Waktu |
Harga (Estimasi) |
|---|---|---|
Jakarta – Palembang |
20–24 jam |
±Rp 340.000 |
Jakarta – Lampung |
8–12 jam (termasuk penyeberangan) |
Sesuai tarif berlaku |
Jakarta – Pekanbaru |
30–36 jam |
Sesuai tarif berlaku |
Jakarta – Bengkulu |
28–32 jam |
Sesuai tarif berlaku |
Rute Lintas Pulau (Jawa–Bali dan Jawa–NTB)
Kramat Djati adalah salah satu PO yang berani membuka rute lintas pulau yang sangat panjang. Rute Jakarta–Denpasar adalah salah satu yang paling ikonik, menembus jalur Bali yang memerlukan penyeberangan Selat Bali via Ketapang–Gilimanuk. Rute Bandung–Mataram bahkan lebih ekstrem, melewati dua penyeberangan (Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk) untuk menghubungkan Bandung dengan ibu kota Nusa Tenggara Barat.
Rute |
Estimasi Waktu |
Harga (Estimasi) |
|---|---|---|
Jakarta – Denpasar (Bali) |
24–28 jam |
±Rp 605.000 |
Bandung – Denpasar (Bali) |
26–30 jam |
Sesuai tarif berlaku |
Bandung – Mataram (NTB) |
36–42 jam |
Sesuai tarif berlaku |
Kelas Layanan PO Kramat Djati
Kramat Djati menyediakan tiga kelas layanan utama yang menarget berbagai segmen penumpang, dari yang mencari harga terjangkau hingga yang menginginkan kenyamanan maksimal untuk perjalanan jarak jauh.
1. Kelas Bisnis

Kelas Bisnis adalah pilihan paling ekonomis di armada Kramat Djati. Konfigurasi kursinya 2-3 dengan AC, cocok untuk perjalanan jarak pendek-menengah seperti Jakarta–Bandung atau Jakarta–Cirebon di mana waktu tempuhnya tidak terlalu lama dan penumpang tidak membutuhkan fasilitas ekstra.
2. Kelas VIP

VIP adalah kelas paling populer di armada Kramat Djati. Konfigurasi 2-2 dengan reclining seat yang cukup jauh, dilengkapi AC, selimut, bantal, dan toilet. Untuk rute menengah hingga panjang seperti Jakarta–Semarang atau Jakarta–Yogyakarta, kelas VIP menjadi pilihan favorit penumpang yang menginginkan keseimbangan antara harga dan kenyamanan.
3. Kelas Executive

Executive adalah kelas tertinggi yang ditawarkan Kramat Djati, dengan kursi 2-2 yang lebih ergonomis, leg rest, AC yang lebih dingin, USB charger, toilet premium, selimut, bantal, dan layanan snack atau makan. Kelas ini sangat cocok untuk rute panjang seperti Jakarta–Surabaya, Jakarta–Palembang, atau Jakarta–Denpasar di mana kenyamanan selama belasan hingga puluhan jam perjalanan menjadi kunci.
Perbandingan Fasilitas per Kelas
Fasilitas |
Bisnis |
VIP |
Executive |
|---|---|---|---|
Konfigurasi kursi |
2-3 |
2-2 |
2-2 + leg rest |
AC |
✓ |
✓ |
✓ |
Reclining Seat |
Terbatas |
✓ |
✓ |
Leg Rest |
– |
– |
✓ |
USB Charger |
– |
✓ |
✓ |
Toilet |
– |
✓ |
✓ |
Selimut & Bantal |
– |
✓ |
✓ |
Snack / Makan |
– |
✓ |
✓ |
Area Merokok |
– |
– |
✓ (beberapa unit) |
Armada PO Kramat Djati
Kramat Djati dikenal sebagai PO yang sangat adaptif dalam hal pemilihan sasis dan karoseri. Berbeda dengan beberapa PO lain yang sangat loyal pada satu merek sasis, Kramat Djati tidak segan bereksperimen dengan berbagai pilihan terbaik yang tersedia di pasar.
Sasis yang Digunakan

Sejak awal berdiri, Kramat Djati telah mencoba berbagai sasis dari merek-merek terkemuka dunia. Kini armada aktifnya didominasi sasis Mercedes-Benz dan Hino, dengan beberapa unit menggunakan Scania dan MAN untuk rute-rute tertentu.
Sasis |
Penggunaan |
|---|---|
Hino RM 280 Air Suspension |
Armada terbaru 2025, kelas Executive |
Mercedes-Benz OH 1626 |
Armada aktif utama, berbagai kelas |
Mercedes-Benz OH 1521 |
Armada reguler |
Scania K360 |
Beberapa unit armada premium |
MAN |
Beberapa unit tertentu |
Karoseri yang Digunakan

Dari sisi karoseri, Kramat Djati adalah salah satu PO yang paling kaya sejarahnya. Dimulai dari era identitas Mercedes-Benz plus Adi Putro yang ikonik di tahun 1990-2000-an, kini Kramat Djati semakin aktif menggunakan karoseri Laksana untuk unit-unit terbarunya.
- Laksana – karoseri utama untuk armada terbaru, termasuk Legacy SR-3 dan Legacy SR-3 Neo XHD Prime Ultimate
- Adi Putro – mitra karoseri historis yang masih digunakan di beberapa unit aktif
- Morodadi Prima – digunakan di beberapa unit generasi sebelumnya
- Rahayu Santosa – era lama, masih ada di beberapa unit aktif
- Restu Ibu Pusaka – era lama
- Tentrem – digunakan di beberapa unit
- Tri Sakti – era lama
Armada Terbaru 2025: Legacy SR-3 Neo XHD Prime Ultimate

Awal 2025 menjadi tonggak penting bagi Kramat Djati dengan diluncurkannya tiga unit bus terbaru menggunakan karoseri Laksana Legacy SR-3 Neo XHD Prime Ultimate, varian terbaru dari seri Legacy SR-3 tanpa selendang di dekat pintu masuk depan. Hasilnya adalah tampilan yang lebih minimalis dan modern dibanding versi sebelumnya.
Ketiga unit ini menggunakan sasis Hino RM 280 dengan suspensi udara dan dilengkapi fasilitas lengkap termasuk toilet dan “kandang macan” di sebelahnya yang difungsikan sebagai ruang istirahat kru. Detail perhatian terhadap kenyamanan awak bus ini mencerminkan bagaimana Kramat Djati memandang perjalanan jarak jauh secara holistik, bukan hanya soal penumpang tapi juga kondisi pengemudi yang menentukan keselamatan perjalanan.
Ciri Khas yang Mudah Dikenali

Bus Kramat Djati memiliki identitas visual yang sangat khas dan mudah dikenali di jalan. Logo andalannya berupa siluet roda dengan dasar warna putih, dikombinasikan dengan livery utama bernuansa putih bersih dengan aksen merah dan garis-garis tegas yang memberi kesan gagah dan profesional. Armada terbaru dengan karoseri Laksana SR-3 Neo tampil lebih modern dengan kaca besar dan desain bodi yang lebih aerodinamis.
Harga Tiket PO Kramat Djati 2026
Rute |
Kelas Bisnis/VIP |
Executive |
|---|---|---|
Jakarta – Bandung |
Rp 80.000 – Rp 130.000 |
Rp 130.000 – Rp 180.000 |
Jakarta – Cirebon |
Rp 80.000 – Rp 120.000 |
Rp 120.000 – Rp 160.000 |
Jakarta – Semarang |
Rp 150.000 – Rp 200.000 |
Rp 200.000 – Rp 250.000 |
Jakarta – Yogyakarta |
Rp 170.000 – Rp 220.000 |
Rp 220.000 – Rp 270.000 |
Bandung – Surakarta |
Rp 180.000 – Rp 230.000 |
Rp 230.000 – Rp 280.000 |
Jakarta – Palembang |
Rp 280.000 – Rp 340.000 |
Rp 340.000 – Rp 400.000 |
Jakarta – Denpasar (Bali) |
Rp 500.000 – Rp 560.000 |
±Rp 605.000 |
Harga di atas adalah estimasi berdasarkan data Traveloka 2026 dan bisa berubah tergantung hari, waktu, dan musim perjalanan. Untuk rute lintas pulau seperti Jakarta–Denpasar, harga sudah termasuk biaya penyeberangan. Cek harga terkini di Traveloka, RedBus, atau tiket.com sebelum memesan.
Anak Usaha: Pakar Wisata

Selain armada AKAP reguler, Kramat Djati juga mengelola anak usaha bus pariwisata bernama Pakar Wisata, yang berlokasi di tempat yang sama dengan garasi utama di Bandung. Pakar Wisata melayani sewa bus pariwisata untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan wisata kelompok, company outing, hingga antar-jemput karyawan. Keberadaan anak usaha ini memperkuat posisi Kramat Djati sebagai perusahaan transportasi yang tidak hanya fokus di AKAP tapi juga pariwisata.
Cara Beli Tiket PO Kramat Djati
Pembelian Online: Tiket Kramat Djati tersedia di Traveloka, RedBus, dan tiket.com. Ini cara paling praktis karena kamu bisa memilih jadwal, kelas, dan nomor kursi dari mana saja, kapan saja. E-tiket dikirim ke email setelah pembayaran berhasil.
Pembelian Offline: Bisa langsung ke kantor pusat di Jl. Ambon No. 3, Bandung (022-4200858) atau ke garasi Jakarta di kawasan Lebak Bulus/Pasar Jumat. Kramat Djati juga memiliki jaringan agen yang cukup luas di berbagai terminal besar dan kota-kota sepanjang rutenya.
Untuk perjalanan di hari biasa, memesan 2–3 hari sebelumnya sudah cukup. Untuk rute populer di akhir pekan atau musim liburan, pesan seminggu sebelumnya. Dan untuk musim Lebaran, terutama rute-rute ke Bali dan Sumatera yang kursinya terbatas, pesan 2–3 minggu sebelumnya.
Mengapa Memilih PO Kramat Djati?
Ada beberapa alasan yang membuat Kramat Djati tetap relevan setelah lebih dari lima dekade bersaing. Pertama, jaringan rutenya yang sangat luas: 70 jurusan yang mencakup Jawa, Sumatera, Bali, dan NTB memberikan fleksibilitas yang sulit ditandingi operator lain di kelasnya. Kedua, Kramat Djati adalah salah satu sedikit PO yang melayani rute eksotis seperti Jakarta–Denpasar dan Bandung–Mataram secara reguler, pilihan yang tidak banyak dimiliki operator lain.
Ketiga, komitmen Kramat Djati pada peremajaan armada terbukti dengan peluncuran unit-unit terbaru Laksana Legacy SR-3 Neo di 2025, menunjukkan bahwa PO ini tidak berpuas diri di usia yang sudah lebih dari setengah abad. Dan keempat, basis penumpang yang kuat di Bandung dan Jawa Barat, dua wilayah dengan mobilitas penumpang bus antarkota yang sangat tinggi, menjadi fondasi solid yang terus menopang operasional Kramat Djati dari tahun ke tahun.
FAQ: Profil PO Kramat Djati
Kapan PO Kramat Djati berdiri?
PO Kramat Djati berdiri pada tahun 1968 dengan nama awal Sumber Djaja, didirikan oleh Arief Budiman di Bandung, Jawa Barat. Pada 1995, PO ini berubah menjadi perseroan terbatas dengan nama lengkap PT Kramat Djati Asri Sejati.
Di mana kantor pusat PO Kramat Djati?
Kantor pusat dan garasi induk Kramat Djati berada di Jalan Ambon No. 3, Kota Bandung, Jawa Barat. Di Jakarta, ada garasi utama kedua di kawasan Pasar Jumat, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.
Berapa jumlah rute yang dilayani Kramat Djati?
Kramat Djati saat ini mengoperasikan 70 jurusan yang menjangkau kota-kota di Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, menjadikannya salah satu PO dengan jaringan rute terluas di Indonesia.
Apa saja kelas layanan PO Kramat Djati?
Ada tiga kelas utama: Bisnis (2-3), VIP (2-2 reclining seat), dan Executive (2-2 dengan leg rest, fasilitas lebih lengkap). Tidak ada Suite Class atau Sleeper Class seperti beberapa PO lain, tapi kelas Executive Kramat Djati sudah sangat memadai untuk perjalanan jarak jauh.
Apakah Kramat Djati melayani rute ke Bali?
Ya. Kramat Djati melayani rute Jakarta–Denpasar (Bali) dengan harga sekitar Rp 605.000 untuk kelas Executive. Rute ini termasuk penyeberangan Selat Bali via Ketapang–Gilimanuk.
Sasis apa yang digunakan armada terbaru Kramat Djati?
Armada terbaru 2025 menggunakan sasis Hino RM 280 Air Suspension dengan karoseri Laksana Legacy SR-3 Neo XHD Prime Ultimate. Armada aktif lainnya menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1626 dan OH 1521, serta beberapa unit Scania dan MAN.
Apakah tiket Kramat Djati bisa dipesan secara online?
Bisa, melalui Traveloka, RedBus, dan tiket.com. Pembelian offline tersedia di kantor pusat Bandung, garasi Lebak Bulus Jakarta, dan agen-agen resmi Kramat Djati di berbagai kota.
